Di bawah langit yang membara hebat, Suaramu menggelegar, memutus rantai yang menjerat. Bukan sekadar kata yang terucap dari bibir, Tapi api keyakinan yang membuat penjajah getir.
Peci hitammu adalah simbol martabat, Berdiri tegak di podium, menyatukan tekad yang terpusat. Engkau tenun keberagaman menjadi satu kain, Merajut mimpi merdeka yang tak lagi main-main.
Di bawah pohon sukun yang teduh merenung, Lima butir mutiara kau gali dari bumi yang agung. Pancasila lahir dari jernihnya pikiranmu, Menjadi kompas bagi bangsa yang mencari tuju.
Dari pengasingan hingga ke puncak dunia, Engkau bawa nama Indonesia dengan rasa bangga. Bung Karno, sang orator yang takkan terganti, Namamu tetap hidup, membakar semangat di sanubari.
https://docs.google.com/presentation/d/1AGkXJDB1trAoaHRYdVV4rCFw9k2lRqzf/edit?usp=sharing&ouid=112118275960395767093&rtpof=true&sd=true

Tidak ada komentar:
Posting Komentar